Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV)

Dipublikasikan oleh Dinkes Kabupaten Ciamis pada

oleh :
dr. H. Bayu Yudiawan, MM
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis

Sejak 31 Desember 2019 telah dilaporkan adanya kasus-kasus pneumonia berat berasal dari Kota Wuhan – Tiongkok, yang sampai tertanggal 28 Januari 2020 tercatat dari sumber gisanddata.maps.arcgis.com didapatkan kasus terkonfirmasi sebanyak 4.474 kasus dengan total kematian mencapai 107 orang, yang hampir semuanya berada di negara awal yaitu Tiongkok. Penyebaran kasus mulai merebak ke berbagai negara dengan angka konfirmasi terkini per tanggal 28 Januari 2020 yaitu : Jepang (3 kasus, 0 kematian) Korea Selatan (4 kasus, 0 kematian) Malaysia (4 kasus,0 kematian) Australia (5 kasus, 0 kematian) Perancis ( 3 kasus, 0 kematian) California (3 kasus, 0 kematian) Vietnam (2 kasus, 0 kematian) Washington (1 kasus, 0 kematian) Illinois (1 kasus 0 kematian) Arizona (1 kasus, 0 kematian) Nepal (1 kasus, 0 kematian) Kanada (1 kasus, 0 kematian) Kamboja (1 kasus, 0 kematian) Srilangka (1 kasus, 0 kematian) Ivory Coast ( 1 kasus, 0 kematian) Jerman (1 kasus, 0 kematian). Dapat dilihat dari data tersebut kematian akibat virus ini tidak ada di negara selain Tiongkok.

Menindaklanjuti Surat Edaran Dirjen P3P Kemenkes RI Tentang Kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran penyakit Pneumonia Berat telah disosialisasikan beberapa kebijakan berupa :

  1. Puskesmas melakukan surveilans aktif dan Rumah sakit melaksanakan Hospital Record Review (HRR) setiap minggu dan melaporkan hasilnya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis;
  2. Semua Fasilitas Kesehatan melakukan deteksi dini, pencegahan, respon dan antisipasi munculnya kasus-kasus dengan gejala pneumonia berat yang ada keterkaitan dengan kasus di Tiongkok;
  3. Puskesmas dan Rumah Sakit meningkatkan kelengkapan dan ketepatan pelaporan SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) setiap minggu;
  4. Puskesmas melakukan upaya sosialisasi dan komunikasi risiko kepada seluruh masyarakat melalui kerjasama dengan lintas sektor terkait;
  5. Melaporkan segera kepada dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis bila ditemukan kasus pneumonia berat dengan keterkaitan pada kasus nCoV 2019 Tiongkok;
  6. Melakukan penatalaksanaan kasus merujuk kepada pedoman kesiapsiagaan infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV) sesuai protap dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI.

Untuk lebih jelasnya kita bahas tentang penyakit Wuhan pneumonia ini. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus novel corona 2019 (NcoV-2019) pertama kali terkonfirmasi di kota Wuhan Tiongkok. Virus ini sebenarnya hampir serupa dengan virus Corona yang lain seperti Middle East Respiratory Syndrom Corona Virus (MERS-CoV) di Timur Tengah dan Severe Acute Respiratory Syndrom Corona Virus (SARS CoV) yang pernah outbreak di Singapura namun Case Fatality Rate (Tingkat Kematian) jauh lebih rendah dari virus-virus tersebut.

Tindakan yang dilakukan berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus ini ke Indonesia dilaksanakan mulai di gerbang masuk / keluar yaitu di bandara / pelabuhan dll dengan mengimplementasikan thermoscan (pelacakan suhu tubuh) dan skrining pada orang dengan gejala demam batuk kering sakit tenggorokan dan kesulitan bernafas (sesak). Kasus yang berat biasanya timbul pada penderita dengan kekebalan tubuh yang menurun atau sudah ada underlying disease (penyakit yang mendasari sebelumnya) seperti penyakit jantung kanker dll.

Virus ini menular dari manusia ke manusia melalui udara dan bisa juga melalui kontak langsung baik mukosa atau tangan yang tercemar. Virus ini mudah masuk melalui selaput mukosa yang kering. Tetapi virus ini mudah mati dengan pemanasan 70o C atau alkohol 70%. Dengan menggunakan masker dan sering cuci tangan merupakan salah satu yang dianjurkan. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, istirahat cukup dan pola hidup sehat lainnya. Mereka yang berencana bepergian ke daerah beresiko disarankan untuk ditunda dahulu dan disarankan tetap memakai masker di daerah kerumunan dan implementasi etika batuk (menutup mulut hidung dengan sapu tangan dll).

Obat khusus untuk virus ini belum ditemukan secara spesifik, hanya sebatas pemberian obat penghilang gejala (symptomatik), obat untuk komplikasi dan apabila terjadi pneumonia dapat diberikan antibiotik. Demikian pula dengan vaksin belum ditemukan vaksin spesifik hanya anjuran pemakaian vaksin influenza diharapkan bisa membantu.

Dihimbau masyarakat tidak perlu panik mengenai berita-berita virus corona ini. Dan tetap mengikuti sumber informasi hanya dari yang bisa dipercaya yaitu yang bersumber dari lembaga-lembaga kesehatan yang berwenang yang dirilis secara resmi.

Adapun di Kabupaten Ciamis, Dinas Kesehatan Kab. Ciamis beserta jajarannya tetap melaksanakan surveillance dan sistem kewaspadaan dini dan respon, dengan mengimplementasikan semua kebijakan yang sudah dibuat menjadi pedoman dan prosedur tetap baik dari PDPI maupun yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI melalui Dirjen P2P. Seiring dengan meningkatnya mobilitas penduduk Ciamis, terdapat beberapa orang yang sudah dalam ranah pengawasan surveillance, namun demikian hingga saat ini alhamdulillah tidak memberikan hasil yang mengkhawatirkan. Secara spesifik surveillance terhadap individu dengan faktor resiko dibagi menjadi 4 tingkatan status yaitu :

  1. Dalam Pengawasan :
    1. Seseorang yang mengalami demam (>38oC) atau ada riwayat demam, Batuk kering pilek dan nyeri tenggorokan, pneumonia ringan hingga berat berdasar klini maupun radiologis (dimana perlu diwaspadai pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh karena gejala dan tanda menjadi tidak jelas dan disertai kondisi sebagai berikut:
      • Memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok (China) atau wilayah negara yang terjangkit ( sesuai dengan perkembangan penyakit) dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala; atau
      • Merupakan petugas kesehatan yang sakit dengan gejala sama setelah merawat pasien ISPA berat yang tidak diketahui penyebab / etiologi penyakitnya, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat bepergian.
    2. Seseorang dengan ISPA ringan sampai berat dalam waktu 14 hari sebelum sakit memiliki satu dari paparan berikut :
      • Memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi 2019 NCoV;
      • Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi 2019 NcoV di China dan atau wilayah negara terjangkit;
      • Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di China atau wilayah negara terjangkit;
      • Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan dan memiliki demam >38oC atau ada riwayat demam.
  2. Dalam Pemantauan
    1. Seseorang yang mengalami gejala demam / riwayat demam tanpa pneumonia yang memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah negara terjangkit dan TIDAK memiliki satu atau lebih riwayat paparan (riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi 2019 NcoV, bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi 2019 NcoV di China atau wilayah negara terjangkit, memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika sudah teridentifikasi) di China atau di wilayah negara terjangkit. Yang termasuk kontak erat adalah :
      • Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus;
      • Orang yang merawat atau menunggu pasien di ruangan;
      • Orang yang tinggal serumah dengan pasien;
      • Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan pasien.

3. Kasus Probabel

Pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk 2019 NcoV tetapi inkonklusif (tidak dapat disimpulkan) atau seseorang dengan hasil konfirmasi positif pan coronavirus atau beta corona virus.

4. Kasus Konfirmasi

Seseorang yang terinfeksi 2019 NcoV dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis secara khusus tetap berusaha mengimplementasikan  surveilance dengan tujuan antara lain :

  1. Melakukan deteksi dini pasien dalam pengawasan / dalam pemantauan / probabel / konfirmasi 2019 NcoV;
  2. Mendeteksi adanya penularan dari manusia ke manusia;
  3. Mengidentifikasi faktor Risiko 2019 NcoV;
  4. Mengidentifikasikan daerah yang berisiko terinfeksi 2019 NCoV.

Demikian sekilas gambaran awal tentang pencegahan dan pengendalian penyakit berkaitan dengan penyebaran infeksi virus Novel Corona (Wuhan Pneumonia / 2019 NCoV) di kabupaten Ciamis. Semoga seluruh warga Tatar Galuh selalu ada dalam Lindungan-Nya dan sehat selalu adanya Amin.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *